Kamis, 08 Juni 2017

Kepada Wanita yang tersembunyi

Selamat malam.

Saya tidak mengenal anda. 
Sebagaimana anda tidak mengenal saya.
Pada awalnya.
Hubungan saya dengan kekasih saya (oh sekarang dia menjadi kekasih anda) baik-baik saja. Tidak sempurna, tapi baik-baik saja.
Penuh ketegangan karena disembunyikan, penuh keraguan karena ketidakpastian dan penuh tangis-tawa karena berkali-kali dihiasi wacana perpisahan. Akan tetapi, saya dan dia bahagia.

Waktu itu.

Tentu saja kehadiran anda di tengah kami bukanlah hal yang patut dipermasalahkan. Kehadiran anda, membuat masalah. Di tengah kami, tentu saja tidak.
Karena anda tidak tahu.
Dan saya tidak menyalahkan anda.
Memang seharusnya, tidak ada yang tahu. 
Karena di dalam hati kecil kami, hubungan ini akan hancur.

Pada waktunya.

Saya ingin meminta maaf atas kelancangan saya. Beberapa waktu lalu waktu hubungan kami hancur layaknya bangunan yang digerogoti rayap, saya menggali informasi tentang anda. Dengan beberapa cara, yang tidak perlu saya tuliskan disini, tentu saja. 
Mengapa? Karena pada dasarnya saya hanya ingin lebih mengenali saingan saya. 

Pada dasarnya.

Anda hanya seorang wanita yang terlalu lama mengenal kekasih saya (yang sekarang menjadi kekasih anda) dan ingin memiliki romantisme dengannya. Kekasih saya (yang sekarang menjadi kekasih anda) tentunya mencoba mengusir jauh-jauh perasaan itu. Meskipun tidak cukup jauh, sehingga anda bisa leluasa mendekatinya lagi dan lagi. Sebagai sesama wanita, saya angkat topi atas usaha anda yang memang akan dilakukan oleh wanita-wanita lainnya. 
Pada umumnya.
Sekarang, saya memiliki saran untuk anda.
Jaga dia baik-baik.

Anda tentu tidak ingin kehilangan dia sebagaimana saya kehilangan dirinya kan?
Terlebih lagi, apabila memang anda akan kehilangan dia, jangan sampai kejadiannya seperti apa yang menimpa saya.

Jangan salah sangka, saya tidak peduli dengan anda. Saya sudah cukup terluka oleh kenyataan bahwa saya menjadi nomor dua. Jangan buat saya menjadi nomor tiga.
Ucapkan selamat tidur kepadanya dan selalu menjadi yang pertama mengucapkan selamat pagi dikala mentari menyapa. 
Usahakan dia yang tertidur dahulu atau anda akan mendapatkan silent treatment darinya yang membuatmu memutar otak mencari cara agar dia kembali tertawa.

Dia suka hal-hal lucu dan kekanakan, humor receh, tidak terlalu romantis. After all, he’s still a boy than a man.
Dia terlihat keras, namun sesungguhnya sangat lembut. Sedikit kejutan dan romantisme akan meluluhkannya.
Sisanya? Anda harus menemukan sendiri. Anggap saja ini bonus dari saya.

Oh, satu lagi.
Terima kasih. 

Anda telah menyadarkan saya bahwa dia bukan pria yang terbaik dalam hidup saya. 
Karena pria yang menolak berjuang, 
Pria yang menganggap remeh mimpimu,
Pria yang tidak mau berada di sisi saya saat masa-masa sulit,
Pria yang  mudah berkata “cukup sampai disini saja”,
Bukanlah pria  yang saya inginkan di hari tua saya.
Yah, tapi mungkin cukup baik untuk anda. 


Salam.

*Pengalaman saat menjadi orang yang dirugikan oleh pihak ketiga*

Orang Ke 3, Setan???? :D

"Dek Muth, orang ketiga, bagaimana menurutmu? Salah ga mereka?"
Ada yang bertanya seperti itu. Mmmm... Gimana ya?

Jadi gini, kalau kata orang-orang sih, orang ketiga adalah setan. Ehe

Semua itu tergantung cara pandang sih. Kalau misal kamu di posisi sebagai orang ketiga ya kamu bisa pake fatwa gini :

Tamu itu gak bakal bisa masuk rumah kecuali diperbolehkan sama yang punya rumah

If this fatwa would make you better sih ya monggo aja dipake.

Atau misal kamu adalah sosok yang dirugikan oleh orang ketiga ya bisa juga pake fatwa gini :

Ya lo udah tahu itu rumah orang, ngapain juga anjir masih lo ketok-ketok.

Nah, bisa tuh pake fatwanya buat marahin si tamu tak diundang tersebut.


I’ve been in both as orang ketiga and orang yang dirugikan oleh orang ketiga. So I’ve been to familiar with the feelings.

Kembali ke pertanyaan, apakah orang ketiga selalu salah? Jawabannya, enggak selalu.

Yang selalu salah adalah pihak yang menjalin hubungan dengan orang ketiga.

If you cheat, you’re trash. I don’t care what the situation is, it doesn’t matter.
Because at the end of the day, nobody deserves to fall asleep at night wondering why they weren’t enough. :)

Selasa, 19 April 2016

You Said,

Kamu bilang lewat secangkir kopi sederhana yang kita nikmati bergantian, bahwa menjadi bersama adalah inginmu sampai tua.

Kamu pernah bilang di antara sepi yang bersenandung di bibirku, bahwa aku punya senyum terindah meski terlalu bungkam hingga kubiarkan ia terlupakan.

Kamu juga bilang pada sebuah sudut kota yang terbenam sore, bahwa aku punya mata yang bisa tersenyum untuk dipandang-pandang karena ia begitu kelam tak terjamah.

Kamu selalu bilang di setiap senja yang muram, bahwa yang terpenting adalah kita merasa bahagia.

Kamu juga sering bilang di resahnya rindu yang bertumpukan dengan kesibukan, bahwa ceritaku yang kekanak-kanakan bisa membuatmu lupa pada rutinitas.

Kamu bilang dengan lantang di tengah siraman hujan siang-malam, pelukku yang sanggup menghangatkan. dan kamu tak pernah berhenti bilang di setiap pertemuan, bahwa cuma susunan kata pada rancunya tulisan-tulisanku yang bisa membuatmu jatuh cinta.

Kamu bilang,kamu akan selalu ingat apa yang kamu bilang.

Cause Honestly I Love Loving You

Karena di sudut manapun, Hujan selalu menakjubkan...

"Why it’s always raining when you’re here?”

Tidak lama ia bertanya. Kemudian lidahmu berubah kelu, kamu tahu hatimu ingin. Namun kamu mulai meragu, bagaimana caranya menjawab pertanyaan tersebut? Bagaimana caranya agar ia menganggap jawabanmu menyenangkan? Bagaimana caranya agar ia tidak kehilangan mood dan tetap menyunggingkan senyumnya?

“Maybe this is how Rain God was greeting me.”
Kamu tahu dirimu hanya sedang gugup. Kamu bahkan tidak sanggup menatapnya dan membuat percakapan normal dengannya. Perhatianmu lebih tertuju pada senyum dan sepasang matanya yang jernih pada pertemuan kalian sore itu, pun hal tersebut tidak mengesampingkan fakta bahwa hatimu masih tak karuan.

“Thank you for today, I’m so sorry if I bothering you.” 
Kemudian kamu mengangguk mengiyakan, padahal jauh di dalam hati kamu merasa tidak bisa banyak membantunya. Merasa bodoh untuk tidak mempersiapkan perbincangan yang lebih menyenangkan, menyesali percakapan nirmakna hanya karena hatimu tak karuan.
Kemudian kamu melangkah gontai menuju kamar, memutar ulang lagu yang tadi terngiang bersamanya sepanjang perjalanan.


A love like this won’t last forever
. I know that a love like this won’t last forever
. But I, I don’t really mind, I don’t really mind at all

Love Like This - Kodaline


Kamu tersenyum dan diam-diam berharap, semoga pertemuan berikutnya akan lebih menyenangkan–jika ada.
Lalu kamu sibuk menghabiskan waktu bermalam-malam dengan menantikan lebih banyak percakapan yang tidak kunjung datang. Kamu kembali tergoda mencari tahu, kembali menemukan halaman-halaman mengenai musik favoritnya, film yang ia sukai, buku yang ia baca, apa yang menjadi caranya untuk menikmati hidup. Kamu kembali menemukan betapa dia dan kamu tak jauh berbeda, kamu menikmati musik yang sama, menyukai buku yang sama, mencintai kegiatan yang sama. Kamu kembali merasa menemukan apa yang kamu cari di dalam satu orang. 
Namun kemudian kamu menemukan satu fakta baru yang tidak ada sebelumnya.

Ia juga memberi satu ketukan pelan di bahu kanan lainnya.
Kamu bukan satu yang istimewa.
 Seolah segala ketertarikan yang terasa ada ternyata tidak hanya antara kamu dan dia, namun juga antara dia dan lainnya.
Padahal kamu tidak merasa banyak berharap, kamu hanya pernah merasa istimewa. Kamu hanya pernah berpikir bahwa kamu mungkin telah menemukan apa yang kamu cari. Kamu hanya pernah beranggapan kamu adalah satu-satunya ketukan di bahu kanan yang ia berikan.

Was it my mistake?
 Or maybe it was just as simple as a change in your heart
. Just as simple as a change in your heart.

Mungkin seperti ini juga menyenangkan, pikirmu. 
Menjadi seseorang yang hanya memikirkannya diam-diam di waktu senggang, setidaknya sampai perasaan itu hilang. Mendapatkan bahagia kecil-kecilan hanya karena tak sengaja berpapasan, itu hak istimewamu.

Tak apa. Perasaan ini akan baik-baik saja.

Sabtu, 02 Mei 2015

"KARDUS" Koper Yang Tertunda

Dulu sih waktu masih cupu, waktu masih belasan tahun sih :b ada istilah 'moleyan' yang artinya adalah mudik tapi bukan saat lebaran. Kembali ke udik pada saat liburan panjang lebih tepatnya. Ada 'moleyan' pasti ada 'baliyan' (balik/kembali.red). Keseringan dan sudah pasti sih ya, saat 'baliyan' saya pasti bawa kardus. Isinya itu macem-macem. Dan kebanyakan barang yang tidak layak masuk ransel. Misalnya mie instan, beras, petis, gula, atau minyak goreng. Bisa juga buah-buahan pada musim itu. Keseringan mangga, srikaya, jambu air,timun, dan masih banyak lagi. Kardus yang biasanya dipake ya kardus bekas. Paling sering bekasnya Mie instan atau bekas bungkusnya air mineral. Ukurannya 8"x10" biasanya.


Ga pernah mikir sih kenapa banyak orang membawa kardus-kardus semacam itu dalam perjalanan, terutama mereka yang berangkat dari Madura atau hendak ke Madura? Baru terpikirkan dan terperhatikan saat ini, ketika saya mulai jarang melakukannya lagi. Saat hendak naik bis, misalnya, selalu saja saya bertemu dan melihat orang-orang seperti itu, membawa kardus, dari Madura pergi ke Jawa atau sebaliknya. Di perjalanan, saya benar-benar tidak sendirian. Di halte atau pertigaan serta tempat orang-orang menunggu bus dan tempat perhentian bis antarkota, selalu saja saya temukan orang yang selau membawa kardus untuk membungkus barang bawaannya. Bagi kami, kardus adalah semacam ‘koper yang tertunda’. Ia terkadang dimasukkan ke dalam bagasi atau juga setara dengan penumpang lainnya; masuk ke dalam kabin bis. Orang Madura nyaris identik dengan pemandangan ini. Oleh karena itu, andaikan Anda menemukan pemandangan tersebut di, misalnya, Bandar Udara Incheon atau di Schiphol, cobalah langsung disapa dengan Bahasa Madura. Wkwkwkwkwk :b

Pernah sih saya ngobrol sama kenek sebuah perusahaan otobis yang melayani trayek Jakarta-Madura. Dari narasumber, saya mendengar keluhan bahwa ia terkadang stress menghadapi penumpang Madura karena terkadang satu penumpang bisa membawa kardus berjibun, sebanyak satu Carry bak terbuka: entah ini hiperbola atau memang sejumlah itu banyaknya. Yang pasti, bahwa kerap ada barang bawaan penumpang yang lebih berat daripada berat badannya sendiri. (Kembali ke kru…) Di sisi lain, PO mereka tersebut justru menjadi laris dan menjadi pilihan penumpang Madura karena tidak mengenakan tarif barang (kecuali tip biasa), berbeda dengan armada pesaing yang mengenakan tarif barang untuk jumlah di luar batas normal.

Dari kenyataan, saya lantas berpikir bahwa masyarakat Madura (atau mana pun) yang percaya pada filosofi ‘oleh-oleh’, cenderung akan membawa oleh-oleh dari rumahnya dengan pengutamaan jenis buah tangan yang tidak ada atau jarang ditemukan di tempat tujuan. Akan tetapi, pada praktiknya, kriteria oleh-oleh yang demikian itu sudah susah sekali dipegang karena banyak faktor, salah satunya adalah ‘globalisasi’ seiring makin ‘sempitnya dunia’: Dodol Garut dengan mudah diperoleh di Madura sebagaimana Jenang Kudus pun dapat ditemukan di mana-mana. Maka, filosofi yang terus bertahan sehingga oleh-oleh itu selalu ada dan selalu dibawa adalah karena oleh-oleh itu disyaratkan menempuh perjalanan panjang. Contoh: orang Madura tetap membawa oleh-oleh beras dan gula, misalnya, walaupun di saat mengunjungi sanak saudaranya yang tinggal di Jatiroto, yakni tempat pabrik gula terbesar di Indonesia itu berada.

*Back to Kardus

Bisa diartikan dari gambaran ini, bahwa oleh-oleh yang dibawa di dalam kardus oleh orang-orang Madura itu biasanya cenderung berupa ‘barang kasar’, seperti buah kelapa, dll, dan telah menempuh perjalanan jauh, bukan sekadar barang yang akan diberikan kepada tuan rumah atau sanak yang hendak dikunjungi atau keluarga yang menunggu di rumah namun dibeli di dekat tujuan. Buktinya, sering saya jumpai orang yang membawa ayam dari Madura ke Jember sebagai oleh-oleh, padahal, apa iya di Jember tidak ada ayam? Filosofinya: ayam Jember akan berbeda dengan ayam Madura meskipun ras-nya sama, sebab ayam Madura yang dibawa ke Jember sudah pengalaman naik AKAS. Intinya: jarak dan perjalanan juga menentukan nilai oleh-oleh sebagai buah tangan. ツ

Sabtu, 01 November 2014

ANGEL..(bukan malaikat). Angel yang tepat untuk foto yg 'bercerita'..

Angel, menentukan hasil. Yap! Gw setuju sama kalimat ini. Apalagi kalau foto selfie. hehehe..
Uda lama gw ga mosting tentang foto memfoto.. Lama juga uda ga hunting.. Hmmm..


Mungkin terdengar sederhana, tapi ada satu pesan penting yang sering dilupakan orang: bahwa Anda pertama-tama harus tahu dulu apa yang Anda ingin sampaikan. Jadi, langkah pertama adalah: visualisasi. Misalnya, gw punya pilihan untuk mengambil foto dari arah depan atau samping (dengan derajat yang bervariasi); selain itu gw juga bisa memotret burung itu sambil berdiri (angle dari atas ke bawah), atau gw bisa jongkok dan memotretnya dari samping (sejajar). Apakah angle turun itu jelek? Apakah angle dari depan itu jelek? Entahlah, tapi yang jelas bukan itu yang ada di visualisasi gw. Hehe :)

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih angle:

Dari arah manakah obyek perlu difoto untuk menyampaikan apa yang gw ingin sampaikan?

Bayangkan Anda melihat seorang gembel sedang tidur di trotoar. Anda punya pilihan untuk mengambil fotonya tegak lurus dari samping (sehingga badannya melintasi frame), atau dari arah kepala ke kaki, atau dari arah kaki ke kepala; begitu juga Anda bisa memotret dari atas ke bawah, atau sejajar (mungkin perlu jongkok?). Mana yang lebih bisa menyampaikan apa yang ingin Anda sampaikan (rasa kasihan, rasa kagum, atau sekedar snapshot kehidupan?).

Ada beberapa “aturan” yang bisa diikuti tentang pengambilan angle; misalnya, angle dari atas ke bawah biasanya menggambarkan XXX, atau angle dari bawah ke atas akan memberikan kesan YYY, tapi menurut gw ini hal yang tidak begitu penting untuk dihafalkan. Lebih baik kita mencoba sendiri dan melihat hasilnya. Gw lebih suka tidak mengurung kreatifitas Anda dengan mengajari bahwa angle begini akan menghasilkan kesan begitu. Siapa tahu Anda bisa menemukan penggunaan angle yang menimbulkan efek yang berbeda dari yang selama ini dipakai :)

Apa yang sebaiknya digunakan sebagai background atau foreground?

Pilihan angle mempengaruhi apa yang masuk dalam frame, bahkan jika hanya sebagai background yang tidak focus sekalipun. Dalam kasus gembel di atas, jika Anda mengambil angle tegak lurus, maka mungkin yang masuk dalam frame Anda hanyalah gembel tersebut dan sepotong trotoar dan tembok. Jika Anda mengambil angle lebih miring, maka mungkin sebagian dari pemandangan jalanan akan terekam juga dalam frame Anda.

Background/foreground apa yang memperkuat foto?

Apakah pemandangan jalanan tersebut akan membantu memperkuat foto Anda? Ini kembali tergantung pada apa yang ingin Anda sampaikan. Apakah Anda lebih suka jika fotonya simpel dan hanya berisi sang tunawisma, trotoar dan tembok saja? Terserah Anda :)

Apakah obyek cukup kontras dengan background?

Foto cenderung menjadi lebih kuat jika obyek bisa teridentifikasi dengan jelas; antara lain dengan membuat kontras yang cukup tinggi antara obyek dengan background.

Di contoh foto burung di atas, misalnya, si burung mempunyai kontras tinggi di sebagian besar tempat. Kontras cukup rendah di bagian “dagu”, misalnya, (kepala bagian bawah, di pangkal paruh), di mana burung yang putih bertemu dengan background yang putih juga. Sedangkan di bagian badan, kontras cukup tinggi dengan bulu berwarna putih dan background hitam.

Hal ini lebih mudah untuk dipraktekkan di foto berwarna, karena jumlah warna yang sangat banyak, memungkinkan obyek lebih terpisah dari background; jika foto hitam putih besar kemungkinan Anda mendapatkan obyek abu-abu berbaur dengan background yang abu-abu juga….

Begitulah kira-kira cara memilih angel menurut gw. Satu hal yang penting, Kaki yang bergerak, bukan tangan...
Okay, Keep Shooting :)

Ngg...


Sekali. Itu cukup. Dua kali. Mungkin itu lebih menegaskan.
Memberi kekuatan yang hanya puing. Tapi masih berbagi. Terlihat baik walau sebenarnya sangat terpuruk.
Sekali ini saja, aku tahu mungkin berat. Membuat semuanya terkumpul utuh. Yang kenyataannya sudah beterbangan butirannya. Sanggupkah? Iya, kamu sanggup. Tapi bertahan, itu pilihanmu.
Bisa disebut anugerah, bila itu lebih dari sedetik bisa membuat tersenyum. Walau selebihnya luka.
Aku lelah. Kamu lihat?
Anggap mereka berbeda arah. Menunjukkan betapa cerianya tujuan ini. Aku merasa jenuh.
Sendiri pilihan yang bijak. Tapi kadang aku butuh lebih dari dua penyangga.
Aku kangen..

Jumat, 31 Oktober 2014

Persepsi Salah Terhadap Madura


Ada stereotipe yang salah oleh banyak orang ketika mendengar kata Madura. Benarkah Orang Madura Keras, mudah tersinggung dan temperamental. Predikat keras orang Madura oleh kebanyakan orang diyakini begitu saja. Padahal tidak ada fakta konkret tentang hal itu yang bias secara eksplisit menjelaskan bagaimana sejatinya karakter orang Madura.

Perilaku dan pola hidup komunal etnik Madura sering dikesankan atas dasar asumsi subjektif oleh orang luar Madura. Kesan demikian muncul dari suatu pencitraan yang tidak tepat yang berkonotasi negatif. Asumsi subjektif itulah yang seringkali melahirkan persepsi dan pola pandang yang keliru sehingga menimbulkan keputusan individual secara sepihak.

Padahal faktanya, bagi orang luar Madura yang pernah berinteraksi serta mengalami sendiri hidup dan tinggal bersama orang Madura, baik di pulau Madura maupun di luar pulau Madura, ternyata memiliki persepsi berbeda. Sebagaimana orang-orang dari etnik lain, orang Madura juga memiliki perangai, sikap dan perilaku sopan santun, menghargai dan menghormati orang lain.

Sejatinya, baik di Madura atau luar Madura tentunya juga ada orang baik, keras, temperamental maupun orang berwatak halus. Maka menjadi penting membuat penegasan tentang konsep keras dalam hubungannya dengan sikap dan perilaku orang Madura.

PASTI!!! Disetiap sekumpulan orang, dalam jumlah kecil maupun skala besar, pasti ada yang antagonis dan protagonis. Ini cuma memaparkan tulisan teman saya yang dia kirimkan ke saya lewat email. Pengalamannya selama berada di madura beberapa hari. Sahabat baik saya. Baru kenal tapi rasanya sudah sejak lahir saya mengenalnya :) Check it Out...

"Orang Madura itu kasar, mereka bahkan banyak yang jadi penjahat. Coba lihat di Surabaya, sebagian besar preman di sana orang Madura"

Kalimat di atas pernah saya dengar dari seorang kawan yang lama merantau di Surabaya. Suatu hari dia pernah mengalami kejadian buruk dengan pencopet yang kebetulan berasal dari Madura. Kawan saya bukan satu-satunya orang yang hidup dengan stereotype seperti itu bukan? Jujurlah, beberapa dari kitapun pasti pernah punya persepsi buruk tentang orang Madura. Sama dengan persepsi buruk banyak orang ketika mendengar kata Makassar.

Keras, berangasan, emosional dan gampang naik darah. Itu gambaran orang tentang Madura (dan Makassar). Tapi kemudian saya jadi salah satu orang yang tercerahkan setelah menginjak langsung tanah Madura selama 3 hari 2 malam.

Sedikit demi sedikit, saya perlahan menyingkirkan stereotype umum tentang orang Madura. Bebek Songkem hanya pembuka, rasanya yang renyah dan lembut membuat saya berpikir, “Bagaimana mungkin sebuah bangsa yang dianggap kasar bisa menghasilkan bebek serenyah ini?” Dan itu benar-benar hanya pembuka. Selanjutnya batik gentongan dari desa Tanjung Bumi yang kembali membuat saya bertanya “Bagaimana mungkin sebuah bangsa yang dianggap kasar bisa menghasilkan karya sehalus ini?”

Malam harinya di pertunjukan tari topeng Madura saya mendengar kalimat dari supir kami yang orang Madura. “Saya yang orang Madura tidak ngerti bahasa yang dipakai tadi, bahasanya bahasa Madura halus.” Katanya. Nah kan? Mana mungkin sebuah bangsa yang dianggap kasar bisa punya bahasa halus? Dan satu per satu stereotype di kepala saya runtuh.

Hingga akhirnya saya sadar Madura hampir sama seperti Makassar. Perjalanan panjang sejarah yang penuh dengan pertentangan antar kerajaan dan pertentangan dengan penjajah dari Eropa membentuk karakter mereka (dan kami) menjadi karakter yang keras, blak-blakan dan apa adanya.

Di sisi lain alam Madura keras. Sepanjang jalan saya kerap menangkap pemandangan laut, ladang garam dan tanah tandus. Ingatan saya melayang pada kabupaten Jeneponto di Selatan kota Makassar yang punya tanah hampir serupa dengan Madura. Alam yang keras tentu membutuhkan manusia yang keras juga, hanya manusia dengan tekad kuat dan kemauan keras yang bisa hidup di atas alam yang tak ramah.

Perpaduan alam dan cerita sejarah yang panjang perlahan membuat orang-orang Madura hidup sebagai orang yang keras dan blak-blakan. Tapi di balik sifat keras mereka ada sifat terbuka yang sangat besar. Orang Madura tidak menutup diri pada pengaruh luar, dan untuk itu mereka pasti punya keramahan yang besar. Hanya orang-orang ramah yang bisa membuka diri untuk pengaruh dari luar bukan?

Begitulah... Jadi, bijaklah dalam menilai kami, ya, orang madura :)

Sabtu, 21 Juni 2014

Sekecilpun

Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menangisik kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan!
Biarkan orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan!

Minggu, 09 Februari 2014

Laut, aliran air, juga atmosfer kita..

Seoul 3 jan 2014...
"Kenapa bapak tidak terima? Memang iya aku bukan siapa2 disini? Iya? Aku bukan anaknya bapak? Kenapa selalu aku yang salah? Kenapa? Aku dari dulu tidak pernah mengeluh tentang sikap bapak sama ibuk! Untuk hal ini kenapa bapak tidak mau lagi? Kenapa?". Entah kerasukan apa,suara kairen begitu lantang menggema. Laki-laki tua itu sesekali batuk,tapi raut kaget dan cengang tidak bisa disembunyikan.
Braak!! Suara meja jatuh membuat suasana tambah sunyi. Membuat semua tercengang. Tumbukan kaki kairen dan meja tidak dirasa sakit sama sekali oleh kairen. Tumbukan itu keras,sangat keras. Tapi sedetik pun tidak menghentikan langkah kairen. Kairen terus melangkah menuju kamarnya.
"Ren..nak..reeen...". Suara itu gemetar,diiringi batuk,bapak kairen terus memanggil namanya.
Iya,sore itu kairen baru tiba dirumahnya. Memang sudah ia siapkan sebelumnya. Sepanjang jalan,malam sebelumnya,sehari sebelumnya,kairen menyusun kata-kata yang mau diucapkan pada bapaknya. Tapi,semua hilang. Entah apa yang merasuki kairen,tiba-tiba saja semua meluap. Kairen sudah capek dengan kehidupan yang ia jalani. Kata lelah tidak bisa menggambarkan seberapa letihnya kairen pada hidup ini.
"Aku balik. Pamit!". Ucap kairen sembari menelpon tukang ojek langganannya.
"Ga perlu diantar,aku sudah telpon pak saffak". Lanjut kairen.
Diruang tamu,3 pasang mata pandangannya tidak lepas dari kairen. Tidak bisa berkata apa-apa. Hanya termangu melihat gadis itu melangkah semakin jauh meninggalkan ruang tamu.
"Dek,kamu mau naik apa? Makan dulu ayo? Kasian bapak sama ibuk!". Wanita itu berusaha mengejar kairen.
"Naek bus! Nggak mbak,aku balik cepet. Daripada disini nanti tambah bikin bapak sama ibuk ga enak". Jawab kairen sembari salaman pada kakak perempuannya itu.
Lagi-lagi,hanya tatapan wajah yang kosong tak lepas dari kairen oleh kakak perempuan kairen.

Di bus...
Telpon kairen bolak-balik berdering. Pesan masuk memenuhi inbox kairen. Tak satupun panggilan masuk diangkatnya serta pesan masuk pun tidak ada yang dibacanya.
Tatapan kairen kosong,selama perjalanan ia memandangi laut dan rumpun pohon bakau. Air matanya tak terbendung lagi. Cinta,trauma,paksaan,hidup? Semua seakan tersiratkan di tiap tetes air mata kairen.
*tritone*
"Ren,kenapa ga bawa mobil aja dek? Kmu dimana? Sudah berangkat? Mbak anterkan mobilnya ya? Kami khawatir". Pesan masuk dari kakak kairen.
Kairen hanya memandanginya tak bergeming. Sesekali ia menepuk dadanya. Sesek! Ingin menangis teriak meluapkan nyeseknya tapi tidak bisa. Ya! Ia hanya bisa menepuk-nepuk dadanya.

Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, sebelum dan saat dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.

Sub 12:10...
"Tante masak apa? Kairen lapar".
Wanita paruh baya itu tetap saja mengiris tomat tanpa mengacuhkan riuk manja kairen.
"Tee..kairen pengen ke sumber mente. Tante titip apa?".
"Reen.. Ini potongin tomat. Tante mau ke sumber mente". Tante kairen berlalu begitu saja tanpa basa-basi. Tetap saja wanita paruh baya ini. Paling tidak bisa mendengar kata sumber mente. Entah apa yang dicarinya disana,selalu tidak pernah bosan kesana.
"Yaaah.. Tante,maunya". Kairen mencibir.
"Kalo Potongannya jelek,kamu ga boleh makan!".
"Tee.. Ikuut.."
"Ga. Aneh2 nanti".
Kairen berlalu ke dapur sembari menggerutu..
"Dek,besok tante anterin ke kantor ya?". Teriak tante dari depan.
"Kairen mau make mobil nanti sore tantee,maaf gabisaa". Ga kalah teriakan kairen.
"Yasudah hati2,sama anak2?"
"Iya paling te"
Tante kairen berlalu. Kairen hanya memandanginya terpaku. Raut kesepian dari wajah wanita paruh baya itu tidak bisa disembunyikan. Ya! Kesepian yang sekian lama dirasakan di rumah tangganya tanpa kehadiran seorang anak. Sudah 15th tante kairen membina rumah tangga,sampai sekarang belum juga di titipi sama yang diatas. Kadang,pertengkaran kecil malah menjadi besar hanya karena sensitifitas masing-masing pasangan. Ya! Tante dan om kairen selalu beradu hanya karena masalah kecil. Sekarang kairen baru mengerti istilah anak itu adalah pengikat yang kuat,tidak hanya lahir tapi bathin. Seketika kairen melihat handphonenya. Tidak ada lagi panggilan masuk karena semua nomer orang rumah kairen block. Air mata kairen jatuh,sakit didadanya memikirkan apa yang telah ia katakan kemaren pada orang tuanya. Hati kecilnya berkali-kali bergumam : pak,maafkan kairen.

Dijalan 17:30..
Macet,gerimis,pemotor memenuhi jalanan ini. Memang,ini waktunya para buruh pabrik di sekitar kota ini pulang. Ditambah lagi,ini akhir pekan. Banyak mobil dari arah sub ke arah kota bunga melintas. Iya! Kota bunga adalah tujuan wisata akhir pekan orang-orang yang semingguan penat dengan pekerjaan di kota sub dan sekitarnya. Ditambah lagi cuaca pada saat itu gerimis rata. Tidak salah kalau kairen harus banyak-banyak mengoleskan balsem geliga di kakinya akibat dari kemacetan yang lumayan memenatkan ini.
*tritone*
"Ren,lu dimana? Udara kek gini enaknya frapuccino ren. Hehe.. ". IM dari irma.
"Gue lagi ada proyek besar-besaran. Lu ganggu gue dengan IM lu 1detik,gue denda 1jt". Balas kairen.
"Alah,paling juga proyek tidur! Okede,nanti kalo selesai ntu proyek,gue di ping!".
"Ngeping elu malah bikin batere ipphi gue berkurang 30%. Ogah ah! Hemat energi!".
"Tak apa. Gue sediain powerbank 12rb Mah buat ntu ipphii". Irma tidak mau kalah.
"Ape kate lu deh nyak!". Bales kairen sembari manyun.
Tak ada senyum sedikitpun di wajah kairen. Tegang,letih,kecewa,takut,itulah yang tergambar. Celotehan irma pun tidak sampai hati membuat bibir kairen dalam posisi 'waikiki'.

Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kita buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kita sembunyikan.

Kota bunga 20:00...
Seperti biasa,dingin menusuk tulang. Jalanan yang dulunya sepi sekarang sudah ramai. Ya,setiap sudut jalanan di kota ini menyimpan kenangan. Kenangan kairen bersama orang yang paling kairen cintai,hingga saat ini. Mall itu,permainan itu,taman itu,cafe itu.. Tetap sama. Ya! Semua tetap sama, dan hati kairen pun tidak berubah. Tetap sama.
Kairen menginjak gasnya menuju salah satu penginapan di sebelah barat kota itu. Setiap jalan dan sudut taman yang kairen lalui, seakan menyambut kedatangan kairen dengan asing. Entah kenapa nyesek,air mata tak tertahankan bagi kairen.

Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan. Dan aku berada diantara diam dan bergerak.

"Maaf mbak,kamar penuh. Mohon maaf mbak ya?". Ucap resepsionis itu membuat kairen kecewa.
"Oiya mas,makasih ya". Kairen berlalu.
Kairen tidak bisa melihat jalan setapak itu,tidak bisa melihat bangunan kokoh diatas kali dan tidak bisa mendengarkan suara burung diatas ranting sungai pagi hari. Kecewa,tapi harus diterima.
Betapa rindu ini menyiksa. Semakin menyayat hati ketika kita berada di bawah atmosfer yang sama tapi tidak bisa saling sapa. Hanya untuk melihat senyumnya pun tidak bisa. Di bawah langit dengan berjuta kenangan tersisa. Sakitnya, kenangan itu nyata bagi kairen.
Jalan ini,entah kenapa kairen tiba-tiba berada disini. Setiap kairen berada di kota ini,ia selalu melewati jalan ini. Seakan ada yang menuntunnya, tanpa sadar kadang kairen sudah berada disana. Seketika, perasaan itu datang. Kairen bolak-balik melihat ipphii, berharap ada pesan dari dia. Tapi tidak mungkin. Tidak akan pernah mungkin. Berulang kali kairen typing pesan, dan berulang kali pula kairen hapus pesan itu. Tidak ada keberanian dihati kairen. Bukan tidak ada,tapi ketakutan lebih tepatnya yang lebih mendominasi. Ia cuma bisa memandangi jalan setapak itu. Rumah pojokan itu juga tak lepas dari tatapan kairen.
"Huuuuuuufttt...". Kairen menghela nafas panjang.

Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.

Kota apel 22:30...
"Iya mas aku ambil yang solo". Kairen tanda tangan di slip penerimaan guest.
"Iya mbak,mari saya antarkan. Nanti breakfast bisa dianter mbak". Resepsionis menjelaskan pada kairen dan bergegas membawa kairen menuju cottage pesanannya.
"Terima kasih ya mas". Ucap kairen sembari menutup pintu kamar itu.
"Huuuuffft..". Lagi-lagi kairen menghela nafas panjang.
Kamar yang cukup luas, dengan dekorasi interior yang mewah. Ranjang dengan bed busa ukuran 200x200, dengan ukiran khas solo (katanya). Lemari bedside yang cukup unik,sofabed dengan khas keratonnya. Lampu di dalam kamar ini cukup banyak,tp tidak ada satupun lampu neon. Semuanya lampu dop yang di bungkus dengan hiasan sedemikian rupa sehingga pantulan sinarnya tidak begitu menyala. Temaram manja (apalagi ini bahasanya :b). Oh iya,ada lampu neon satu. Itupun hanya dikamar mandi. Entah,kairen merasa interior kamar ini unik atau malah dia agak begidik serem. Seperti tempat-tempat keraton yang penuh dengan legenda setengah masuk akal.
Kairen beranjak ke koridor,ya! Dari sini kita bisa melihat lampu kelap/kelip dibawah sana. Seperti..bukit bintang! Hmm.. Kairen mulai memejamkan matanya. Tak ada sepercik pun rasa kantuk. Padahal,sudah 2 hari ini kairen tidak memejamkan mata. Bisa dibayangkan,betapa berat beban pikiran kairen. Kairen yang tidak pernah bisa menghindar dari pelukan kasur tiap harinya,ini bahkan sudah 2 hari kairen tidak jatuh ke pelukan kasur sama sekali. Dingin,di depan koridor terdapat kolam renang juga dengan cahaya minim. Yang ini bukan temaram manja lagi,tapi remang-remang. Disitu terlihat air kolam seperti permata,berkilau serta beriak,menambah keeksotikan malam yang dilalui disana. Tak lama berada di koridor,kairen melangkah masuk ke dalam cottage. Iya merebahkan diri di sofa dekat tempat tidur.

Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.


*tritone
"Ren lu tau obatnya haemorrhoid yang mujarab? Gue ga bisa berak ni!". IM enes merusak segala mood kairen.
"Pisau nes!". Jawab kairen singkat.
"Ya begini ni yang dikatakan dokter setengah lulus. Setdah!"
"Mau tau ga nih ukuran berapa mess nya?". Kairen tambah meladeni.
"Gue tau. Seukuran punyanya tukang potong ayam kan?"
"Kadang lu jenius melebihi habibi nes! "̮˚°◦♡Ώκωķωќ♡◦°˚"̮ ". Kairen tersenyum.
"Pesek lu!". Enes terlihat geram di teks terakhirnya.
Sejak 3 hari terakhir ini senyum pertama kairen. Kairen melemparkan ipphii dan menyabet handuk di dekat lemari yang berjejeran dengan tetek bengek permandian. Tubuhnya kini hanya dilindungi selembar handuk. Kairen beranjak ke kamar mandi.
"Yes! Bathup! Come on,it's my time!". Ujar kairen girang.
Tidak butuh waktu lama kairen membuat bathup itu menjadi lautan busa. Dengan hati-hati kairen masuk kedalamnya. Hangat!. Kairen berbaring memejamkan matanya. Dalam pikiran kairen,ia menyusun tempat-tempat yang akan dia kunjungi besok. Ada satu tempat yang ingin sekali dia datengi,mengingat tempat itu dada kairen nyesek. Tanpa sadar,air matanya netes,perlahan hingga deras membasahi. Tempat itu,gerimis,aliran air,bunga,dan rerumputan hijau.
"Tuhan! Aku merindukannya. Sangat!". Kairen terisak sembari menggigit bibirnya. Tetap dengan mata terpejam.

Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

Selasa, 04 Februari 2014

The Reason ^^

Oke, setelah mendapat banyak pertanyaan dan beberapa sindiran dari temen-temen gue, gue paparin nih maksudnya apa. (Nah! Napa lgsg nyerocos coba?. Ah sudahlah lanjut yuk!). Setelah membaca beberapa bioku di socmed ni ya, tak ketinggalan kata-kata 'beach, capuccino, rain, sunset, daaan.. Apa ya? Ini sih, moonlight!. Tapi cuma beberapa yang aku tulis. 3 teratas sih biasanya yang selalu aku tulis. Kenapa? Berhemat! :D Soalnya ni ya, di bio itu dibatesi cuma beberapa karakter saja. Nah! 「(˘.˘“). Okede, lanjut! Jelasin satu2 alasannya ya? (ya, meskipun gue tau ga ada yang minta dan ga ada yang mau sampe se detail ini ​(´._.`)> )

Beach, Capuccino, Rain, Sunset, dan Moonlight..


Rain...
Gue suka banget sama hujan. Mungkin ada banyak orang juga yang suka hujan. Mungkin juga ada yang nggak suka. Apa ya kira2 alasan buat yang nggak suka hujan? 「(˘.˘“) Yaa.. Mungkin hujan ganggu atau penyebab sakit atau macem-macemlah. Tapi itu bukan alasan. (ˊ⌣ˋ")>
Gue lebih suka hujan ketimbang pelangi. Mau dibilang pelangi lebih colourfull atau apalah.. Serius, itu gak ngaruh.
Karena ada hujan, setelahnya ada pelangi. Nah, fakta ini bikin gue seneng banget. Secara nggak langsung, hujan adalah alasan adanya pelangi. Tanpa ada hujan nggak akan ada pelangi.
Lebaynya gini nih, without you there's no me. Haha (´⌣`ʃƪ)
Yang gue suka dari hujan ituu...bau khasnya sebelum rintik air itu jatuh, caranya basahin bumi dengan tetesannya sama caranya turun berbarengan dengan bawa kenangan lalu.. Gue sendiri bingung, kenapa dengan liat hujan aja gue bisa seneng? Kenapa saat hujan turun gue yang selalu duduk manis cuma buat liatin hujan? Overall, gue udah mikir, sejauh ini cuma hujan yang bisa bikin gue kaya orang nggak normal. Ohya! Alesan gue suka hujan? Karena saat hujan, gue merasakan dia datang dan berlama2 di sisi gue. Makanya jangan cepet2 reda ya hujan. Biar kamu tetap disisiku (ˊ⌣ˋ")> Trus karena hujan itu ada ya, makanya gue suka. Gue nggak bisa bilang apa-apa saking kagumnya sama hujan, ciptaan Allah yang ini bener-bener fantastic, luar biasa.

Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.
Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu..


When rains are falling, i'm in love.


Beach...
Secara nih yaaa, siapa yang gak suka pantai? Cuma orang bodoh yang nggak suka pantai (menurut gue). Drama2 di korea sama jepang juga seringnya bawa orang2 tercintanya ke pantai lalu menggenggam tangannya si cewek sembari si cewek disuruh menutup mata. Nah! Disitu si cowok membangun gundukan pasir yang didalamnya sudah disiapin cincin sodaraa!! Trus nih ya, si cowok minta itu cewek mengobrak-abrik gundukan pasir itu. Setelah si cewek nemuin cincin itu dengan ekspresi yang kaget, malu2, bertanya2, langsung nih si cowok narik pelatuk bilang : Will you marry me???
Aaaaaa...kaku gilaaak!!! Beruntung badai tu cewek, sumpah!. Trus jadilah kiss scene disana. What a romantic scene??? Huhuhu (´⌣`ʃƪ). Ini kenapa jadi ngayal ya? Back to beach! Oke ni ya, coba bayangin birunya air keliatan banget, terus awan putihnya yang seputih kapas, woooghh..wonderful! Trus bentangan airnya...beehhh!! Gue nggak bisa berkata apa-apa saat pertama kali liat pantai yang indah di Bali waktu kelas 6 SD. Itulah pertama kali gue ngerasa fall in love sama pantai. Udah sering sih liat pantai di deket rumah gue, suka iya. Tapi belum jatuh cinta. Soalnya ga terawat. Tapi nih ya, diliat dari penerawangan gue (aiiissh..belaga kurator yg lagi liatin lukisannya Pablo Picasso aja ni gue) tetap kerasa indahnya pantai setidakterawatsekalipun.. Gue nggak punya alasan yang benar-benar khusus sih (soalnya sulit menjabarkannya satu2, saking sukanya :b ) kenapa bisa suka sama pantai. Liat aja, ciptaan Tuhan yang ini bener-bener dahsyat. Dan berapa banyak orang di belahan bumi ini yang suka sama pantai??? Separoh? Duaparoh? Ah! Berapa paroh pun, tetep gue termasuk di dalamnya.

Laut adalah tempat yang tepat untuk memikirkan hal-hal yang tidak terpikirkan di daratan. Ketenangannya mampu membekukan segala tanda tanya...

I love Beach, for sure.


Capuccino...
Oke, yang satu ini tetap ciptaan tuhan. Cuma sudah diolah oleh tangan2 ciptaan tuhan juga. Mbulet kan? Memang! Semua di dunia ini ciptaan tuhan kan? Kita cuma bantu ngolah doank. Trus alasan apalagi yang membuat kamu tidak mau bersyukur??? Laah.. Belum jum'at ya? (Bukan khotbah sih ya (ˊ⌣ˋ")> ). Daan..gue harus bener2 bersyukur, tuhan sudah menciptakan biji kopi sehingga lidah ini bisa mencicipi yang namanya capuccino. Duh gaaaiiisss... Lu pada bisa bayangin ga? Hujan atau gerimis manja gitu, sama telinga di sumbat sama earphone, trus playlistnya akustik, trus trus di depan mata teronggok secangkir capuccino. Beh! Surga gaisss surgaaa.. (Lebay sih, tapi itu bener yang gue rasain). Ga ada alasan khusus sih kenapa gue suka capuccino, tapi ada alasan mendalam! (Nah? Bedanya? :b ). Oke gini! Selama gue ngalamin mimpi buruk, gue takut tidur. Yang gue lakuin tidak lain ya membaca sambil menenggak kopi. Serius ini bukan telenovela, gue ngalamin beneran itu. Kopi yang cocok dilidah gue itu ya yang berakhiran 'cino'2 lah. Capuccino,mocchacino,frappucino, dll. Tapi gue ga suka sama cino. (Bahasa lainnya singkek. Hihihi^^). Sori, yang mrasa cino atau keturunan cino, jangan tersinggung. Gue ga sukanya sama cino itu karena mereka bisa kaya hanya dengan menciptakan barang2 'plagiat'. Nahloh! Dan ini ya, kok sepertinya di indonesia yang ber'uang' itu cino ya? Pribumi malah jadi budaknya. Ooh..RIP pribumi indonesia. Tapi ini bukan hanya omongan lho ya.. Seperti kebanyakan gue liat di "mall2" high-end (menengah keatas lah), yang bersileweran kesana kemari itu ya manusia bermata sipit dan berkulit putih tersebut. Sedangkan pribumi? Bisa dihitung jari. Banyak sih pribumi, tapi jadi SPB/SPG nya atau juga jadi Cleaning Servicenya. Cuma gue salutnya sama cino, semangat kerjanya mereka patut diacungi jempol dan ditiru.(ini kenapa jadi bahas cino? Duh gusti! Nyelamurku kumat!).
Overall, kenapa capuccino? Karena dia ada dimana2, di kedai apapun atau cafe apapun pasti ada menu minuman itu. Frapuccino juga suka, tapi itu adanya cuma di 'bintang'buck. Hadeeh.. Jadi alasannya karena si capuccino itu Indomaret ya? Ada dimana-mana? Hmmm.. Itu alasan gamblangnya. Tapi alasan yang lebih mendalam, ada satu sisi menyentuh ketika gue menikmati capuccinoku.. I love coffee, and i heart capuccino...

I think if I'm ever asked to recall what Year 12 was all about, I'll remember it as one big cappuccino experience...

Sunset...
DUDEEEEEEE I LOVE SUNSEETTTTTTTT!!!!!!!!!!
Ini adalah penampakan alam pertama yang gue paling gue suka. Gue lebih suka nyebutnya 'senja' dibanding sunset. Ga tau juga kenapa, tapi senja lebih ngena aja kali ya kata-katanya 「(˘.˘“). Penampakan alam ini bener-bener luar biasa, Subhanallah. Ga ada hal yang lebih membahagiakan selain melihat matahari terbenam (re: senja) begitu menurut gue. Tapi sayang, sampai sekarang gue belum bisa liat senja yang bener-bener. Maksudnya, ga pernah liat di lapangan luas terus liat langsung matahari yang menghilang ke perut bumi, sama sekali ga pernah. Atau liat diatap gedung yang paling tinggi, juga ga pernah. Cuma sekali, itupun ketutup tower2 gedung yang menjulang. Hanya keliatan beberapa bagian juga udah hampir tenggelam sudah senjanya. Kayak gitu aja senengnya luar biasa, meskipun sebenernya cuma dikit dan udah gelap banget hari. Tapi gpp. Sama seperti yang lain, gue cuma suka sama sunset, bukan berarti punya alasannya. Karena kalau gue punya alasannya, sama aja gue mau milikinnya. Salah satu impian gue: Ya, Allah, semoga aku bisa liat senja sama dia di atap gedung yang belum jadi, atau dirumput yang luas.
Gue tau, emang gila. Tapi, who careeesss???
I love sunset. More than I love you:-D #JalukDikeplak


Moonlight...
Yang ini sudah berhasil bikin gue gila. Akhir-akhir ini gue suka liat Moonlight, dan itu gue bersyukur banget. Jujur aja, setiap kali liat moonlight, gue bisa senyum-senyum sendiri. Dan bayangin gue ada disana. Ya, emang gila. Tapi gue suka banget nget nget nget sama suasana malam dengan dihiasi moonlight :3 apalagi bulan Ramadhan kemaren moonlightnya bagus-bagus banget. Ada seseorang yang motoin itu moonlight, waaah..bagus sodaraaa! Fotonya gue curi dan gue simpen. Hihihii.. (Cuma buat dokumentasi pribadi kok,beneran!) Ga banyak bicara, gue cuma suka moonlight. udah itu aja. Gak pake karena.
My wish : dancing under the moonlight untill night ends. With you :)


****
Oke, itulah alasannya kenapa gue suka rain, beach, capuccino, sunset, dan moonlight. Meskipun akhir-akhirnya ga ada alasan. Hihihi ​(ˊ⌣ˋ")> .

Senin, 27 Januari 2014

Tangis adalah tangis. Darah adalah darah.

Seoul 06:00 ...
Cerah. Pagi yg sedikit basah oleh sisa-sisa hujan semalam. Harum rumput,terik mentari dan suara kicau burung semakin membuat suasana menjadi lebih gurih. Ah! Ini benar2 surga buat kairen. Ya! Rumah dan harmoni alamnya,selalu menenangkan keadaan hati yang berantakan.
*tritone*
"Ren,lu di bbm bengong aja dari semalem. Bertapa dimane lu?". IM dr irma.
"Tau aja lu gue lagi bertapa pasang susuk busuk d kaki gue". Bales kairen.
"Buju buset lu! Kenapa di kaki coba? Di dada napa biar jd kek dadanya jube"
"Biar kaki gue jadi kek punya rihana. Tapi yg terpenting,bisa kuat nendang lu kalau bertingkah. Halah! Jupe buk jupe.."
"Kalo lu mah jube. Julia gak beres"
"Asem". Bales kairen sambil nuding2 iphonenya. Seolah si irma berada didalamnya.
Burung gelatik terbang singgah di pagar bambu di depannya kairen. Sejenak,teringat kembali apa yg kairen dengar kemaren. Seketika,matanya berkaca.

Jika keadaanku tidak seperti sekarang,tidak akan aku berada disini buat kamu sekarang..

Kairen menghela nafas panjang.
Seakan ia tidak bisa bernafas lagi esok,ia hirup udara dalam2.
*tri tone*
"Ren,lu besok ada acara? Yuk ke kantor imigrasi bareng gue". Kairen diam menatap pesan singkat dari seniornya lila. Ditatapnya dalam. Entah apa yang ada dipikirannya,tapi kairen kosong. Tidak ada jiwa didalamnya.
*tri tone*
"Gamana kaireen?????". Masih dari seniornya lila. Tetap diabaikan.
Kairen merebahkan tubuhnya diatas rumput yang setengah basah. Jilbab baby pinknya dipenuhi dengan sampah reruntuhan rumput,basah,tapi seolah mengatakan 'lelaplah sejenak ren'..

It's not about being what everyone wants you to be, it's about being yourself & finding someone who truly loves you for what you are.

"Ren,balik jam berapa ke surabaya? Ta bikinin abon ya?" Teriakan ummi terdengar sayup dari kejauhan. Namun,kairen tetap kosong.

Kamar kairen 17:10 ...
Seolah kemaren. Bagi kairen,tetap nyata. Taman,arboretum,jalan romantis.. Semua seperti kemaren. Tidak dimengerti atau hanya dirumitkan untuk dimengerti. Dalam dan yang terdalam. Bagi kairen,itulah adanya. Semua masih nyata. Seolah hanya mimpi yang sekarang. Berbalik, mimpi seperti nyata dan kenyataan seolah mimpi. Dekat tak terlepaskan.
*tri tone*
"Ren,lu dimana? Ngopi yuk?" IM tari mengejutkan.
Adalah tari. Teman kairen semenjak dulu. Sudah 2th tidak bertemu. Ia sekarang lekat dengan dialek britishnya. Ya! Dia lagi melanjutkan mimpinya di melbourne.
"Gue di desa nyak. Lu di indo? Tumben? Gue perlu bawa AH ga nih?". Bales kairen.
"Heh lu kutu kecoa,gue bukan algis cincong ye"
"Kali aja lidah lu kebakaran nanti kalau minum kopi endonesa"
"Oke fix! Lu yang traktir gue!"
"Males bin slamet nyak!"
Kairen tertawa kecil. Sudah lama dia tidak nyumpah nyerampahi si tari. Lalu kairen kosong.

Rasa memiliki itu hidup seperti sel. semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu. dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. ia akan terpecah diluar kendali cinta itu sendiri. sel ini terus bertambah dan merambah. mereka hidup melingkari kita, semenjak kita saling mencinta. suka tak suka.

Braaakkk! Tiba-tiba wajah kairen tertimpa bantal.
"Ayaaaaaaa'... Jangan gitu,ga boleh kamu kasar gitu. Ga dibeliin rotiboy lho ya!"
Adalah aira,keponakan kecil kairen yang selalu membuat kairen ingin dirumah. Celotehannya membuat semua beban kairen di tanggalkan sejenak. Aira semakin tumbuh,semakin cantik dan semakin pintar.
"Le',ayo maen zombie". Ucap aira sambil merengek.
"Tapi aya' maen sendiri ya? Jangan sama le'. Le' mau balik sekarang. Nih!" Kairen menyodorkan handphonenya.
Tiba-tiba tri tone berbunyi. Raut wajah kairen langsung berubah seketika membaca pesan yang baru saja masuk. Kembali nyata. Masa lalu itu.

Aku tidak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus - terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.

Malam hari di masjid depan rumah 19:18 ..
Dingin. Daun yang memantulkan cahaya neon,meneteskan sejuk air sisa hujan. Harum tanah dan kesunyian khas pedesaan. Sampai mati pun kairen selalu menyukai suasana seperti ini. Iya, ini adalah nikmat kecil dari tuhan yang kadang jarang manusia menyadarinya. Selain kesehatan.
Kairen menyandarkan tubuhnya di salah satu pilar rumah tuhan tersebut. Masih teringat jelas bagaimana kata - kata yang terpampang itu. Ah! Bagaimana dia sekarang? Apa yang dia lakukan? Apa dia juga selalu memikirkan aku? Tuhan, jagalah dia selalu apapun keadaannya dan sedang apapun dia.
"Tante belum balik? Kapan dateng?". Sosok laki - laki membuat kairen tersadar dimana raganya berada.
Adalah dedi,keponakan kairen yang sekarang sudah beranjak tumbuh menjadi laki-laki. Padahal,rasanya hanya kemaren kairen melihat dedi naek sepeda dengan pakain merah putihnya berangkat sekolah. Sekarang dia sudah menjadi salah satu mahasiswa di universitas negeri di malang.
"Kamu libur ded? Ko ada disini? Besok paling balik". Balas kairen.
"Libur te,1minggu lagi balik ke malang. Uda ga betah disini nih te,sepi!"
"Ga betah disini apa ada yang nunggu di malang nih? Ngaku!" Seloroh kairen sambil nyengir.
"Ah,tau aja tante. Masih baru nih te. Belum juga ketemu. Cuma tuker2an kata lewat bbm aja. Tp senengnya uda minta ampun". Aku dedi malu-malu.
"Ooo..belum kopdar nih? Cepetan tu! Nanti keburu basi!"
"Iya te,tapi masih bingung mau merangkai kata-kata buat ngajak ketemu te". Dedi nyengir.
"Ded.. Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?". Nasehat kairen.
"Copas te copaaaas..". Ujar dedi sambil tertawa penuh kemenangan.
"Uda,cepetan ajak ketemu ntu bidadari. Keburu kurbanan". Ujar kairen sambil berdiri dan bergegas menuju rumahnya.

Kamar kairen 20:30 ..
Lagu nothing's gonna change my love for you melantun pelan. Kairen masih kosong. Tetap dengan raga yang jiwanya entah kemana. Handphonenya tiba-tiba berdering.
"Ren,jadi ikut travel gue besok?" Suara diseberang sana tidak kairen kenal.
"Oh,ho'oh ho'oh. Makasih ya?". Jawab kairen asal meskipun tidak tahu siapa di seberang sana.
"Oke ren. Ka..". Belum slesai ngomong,buru2 kairen langsung mengakhiri telponnya.
Kairen menghela nafas panjang. Hidup adalah bagaimana kita bisa survive dengan segala penyesalan di masa lalu dan resiko yang harus kita tempuh di masa yang akan datang dengan segala keputusan yang kita ambil saat ini. Iya,keputusan. Kalimat sederhana tapi itulah yang membuat kairen mengalami jalan yang berliku dengan segala coba'an. Beruntung, dia masih bisa melalui meskipun dengan tertatih. Bahkan,kalau ujian itu di analogikan ke sebuah materi atau skill,mungkin kairen sudah dalam tahap advance.

Nothing's gonna change my love for you,you ough to know by now how much i love you. One thing you can be sure of,i'll never ask for more than your love.

Seiring lagu itu melantun,kairen terlelap. Wajah yang penuh dengan keletihan. Wajah yang seakan berteriak letih dengan kehidupan ini. Tidak ada yang lebih penting bagi kairen selain kebahagiaan kedua orang tuanya. Tapi, kebahagiaan yang kairen prioritaskan adalah hal yang kadang membuat kairen terpuruk. Hidup memang benar - benar tidak di mengerti oleh kairen. Lebih tepatnya tidak terpahami.

Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.






Selasa, 31 Desember 2013

Masih disini,ada dihatiku..

Dengarkan aku,tentang arti kita..
Karena memandang perih pun hatiku berkata,inilah saatnya..

Segala yang terjadi hanya terucap lewat diam dan dirasa hati. Dirimu ada dihatiku..
Ketika ku tak kuasa jujur seiring waktu hingga dirimu berlalu pergi bersamanya..

Cinta abadi yang terluka hingga sekian lama ku masih menunggu
Utuh dirimu ada dihatiku
Selalu ku yang tak pernah mampu untuk ungkapkan semua saat kau disiaiku..
Maafkan aku..

Sadar kurasa hati perih yang telah ada
Tak mudah angin membawanya pergi
Lupakan berjuta kenangan kita,kau pergi berlalu
Maafkanlah aku jika sampai saat ini kamu ttp dihatiku..

Rabu, 18 Desember 2013

Hujan hujan hujan^^ ツ

Rinai hujan basahi aku
temani sepi yang mengendap
kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap tak'kan berubah
Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri

Selalu ada cerita
tersimpan di hatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita
yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri

Aku bisa tersenyum sepanjang hari
karena hujan pernah menahanmu disini
untukku ツ

*Utopia_Hujan*

Minggu, 01 September 2013

Barakallah fi umrikum

Yesterday is history, tomorrow is mustardy, and today is a gift. That's what it's called the present..
Hope we'll be...

Sabtu, 15 Juni 2013

You won't see me cry,baby..

I'm not the type to get my heart broken.. I'm not the type to get upset and cry.
'cause I never leave my heart open to d'other except you..
Relationships get deep to me, it's got the whole in love thing.
And when someone can say they love me truly, But at the time it didn't mean a thing for me, 'cause i love you, trully..
Yesterday, now, and ever..
My mind is gone, I'm spinning round. And deep inside, my tears I'll drown..
I'm losing grip, what's happening. I stray from love, this is how I feel..

This time was different, Felt like I was just a victim and it cut me like a knife when you walked out of my life..
Now I'm in this condition and I've got all the symptoms of a girl with a broken heart, But no matter what you'll never see me cry.. Your love make me more stronger..
Once again, It's for your goodness..

Did it happen when we first kissed? 'cause it's hurting me to let it go.. I love you, from deep inside..
Maybe 'cause we spent so much time and I know that it's no more..
I should've never let you hold me baby, maybe why I'm sad to see us apart.
I didn't give to you on purpose, can't figure out how you stole my heart. For your goodness..


How did I get here with you, I'll never know?
I never meant to let it get so, personal!
And after all I tried to do, to stay away from loving you, I'm broken hearted. But, I can't let you know.
And I won't let it show, you won't see me cry..
All my life... :)

Senin, 15 April 2013

A three.. A nine...

I fear that I will always be A lonely number like root three. A three is all that’s good and right...

Why must my three keep out of sight. Beneath a vicious square root sign.....

I wish instead I were a nine. For nine could thwart this evil trick with just some quick arithmetic.....

I know I’ll never see the sun, as 1.7321. Such is my reality, a sad irrationality....

When hark! What is this I see another square root of a three has quietly come waltzing by.....

Together now we multiply to form a number we prefer. Rejoicing as an integer we break free from our mortal bonds.....

And with a wave of magic wands, our square root signs become unglued. And love for me has been renewed...

Senin, 28 Januari 2013

Define my destiny

There's a right or wrong to know for everything, And the truth is somewhere written in between..
But there's always something missing in the dark, and there you'll find the true condition of my heart..

I can visualize the pieces of a dream, and it's not as far away as it may seem..
But if truth be told, it is you that holds the key, to the question that defines my destiny.. ツ 

Selasa, 22 Januari 2013

Kenapa harus iPad?

Ya beginilah product Apple, diawalnya dicibir tapi akhirnya booming juga.. Why?

Dulu MB unibody diprotes, bikin tanggung amat sih kagak ada firewirenya. And then, boom! と(° ټ ˚)つ

Dulu iPhone dicerca ,, mana ada SmartPhone kagak ada front cameranya. And then, superboom.. #nah (‾⌣‾"٥)

Dulu Macbook White, gue masih inget di gizmodo ada yg bilang kalo kata yg tepat adalah : Konsumsi Paper Shredder (Karena bahan plastik polycarbonatenya).. And then, i am using to type this. ┐(ˇ.ˇ)┌

And now, ipad.

.................

Fair aja sih kalo emang banyak yg kecewa. Beberapa forum mac di luar lagi hangat ngerasa kecewa ama iPad. Banyak yg bilang iPad tea kaya iPod touch with jumbo body. And bla bla bla..

Yang pertama,

Cuma gue melihat sisi lain dari iPad. Yaitu sisi pembentukan budaya IT orang2 atau setidaknya fanboy-nya (sorry pelajaran sosiologi banget... Kagak nemu yang lain)と(° ټ ˚)つ

Gue melihat Apple ingin menjadi pioneer untuk sebuah gadget dengan konsumsi full super mobile. Steve aja bilang kalo iPad itu jembatan antara iPhone dengan fitur yg minimal dan laptop dengan fungsi yg komplit. Coba deh pikir lagi, gadget apalagi yg pas untuk jadi sirathal mustaqim ini?

Kalo berharap iPad full dibenamkan snow ato ada kamera ato chipet games NVidia, ya itu mah gak realistis dan terlalu terbawa ama rumor. (ˇ.ˇ")

Yang kedua,

Basicnya Apple adalah sebuah company bukan sebuah laboratorium. Kalo gue nganggep apple itu laboratorium, seandainya steve job masih hidup ni ya, kalo gue di depan steve jobs, sudah pasti sepatu crocs butut gue melayang di iPad yg dia pegang (plus di kepalanya juga pastinya ya) (╮°-°)╮┳━┳ (╯°□°)╯ ┻━┻ Ekspektasi gue tentunya berlebih soalnya sebuah laboratorium haruslah menghasilkan produk yg sebaik mungkin, secanggih mungkin, n sekomplit mungkin. Perkara sistem marketingnya... Ein ing eng.. Nei, not my business. Urusan gua bikin product bagus, kalo kagak kejual ato barang design sebelumnya jadi gak laku... Ya masa bodo teing. (^.̮^✽)

Nah, Apple adalah company dengan banyak product, banyak product artinya banyak segmentasi pasar. Ketika 1 buah gadget dianggap merusak 1 segmentasi dan membuat produk yg lama jadi gak laku, jelas itu bakal dhindari banget. iPad muncul bukan untuk menggantikan fungsi laptop (lagipula ngapain gue bawa iPad buat maen dota, ngetik, atau sniffing paket Tokenring). Enggak. iPad muncul untuk mendobrak tatanan tablet gadget.

Ini adalah sebuah awal revolusi tablet gadget, bukan akhir dari persaingan. Persaingan baru saja dimulai, perusahaan lain pasti akan termotivasi buat bikin saingan iPad (mungkin mereka jg berpikir bahwa iPad tak sefenomenal rumornya) dan apple akan semakin meningkatkan kualitas iPad di update2 selanjutnya. ツ

Well, setidaknya, satu kaki Apple udah di anak tangga awal revolusi mobile gadget. Revolusi butuh keberanian dan spekulasi yg tinggi, maka tak salah kalo di conference ama CNN kemaren steve bilang kalo ini adalah hal paling penting yg pernah dia lakukan selama hidupnya. Gue bisa pahamin arti kata2 steve sekarang berkat iPad dan iPhone ini.

So today, kita belajar bagaiamana sebuah company bermain. ≈☺“¨Ўūþ¨;)¨ўūþ¨☺≈! I guess.. ツ

*Just my 100 cents* (‾⌣‾"٥)

Jumat, 18 Januari 2013

iOS 5.1.1 error

Sempet bingung.. Kenapa error? Mau buka safari aja gabisa.. Trus buka setting munculnya hanya beberapa settingan.. Ga semua.. Setelah gugling di berbagai macam forum, akhirnya dapet solusi de :D

Solusi apabila gagal naik ke iOS 5.1.1 dan dapat error 21, 3194, 16xx..
Gini nih..

Pastikan itunes terbaru
Matikan antivirus ma firewall
Coba ganti lubang colokan usb ato usbnya
Same problem but solved doing this :

On Mac:
* Open Finder
* Hold down COMMAND + SHIFT keys and press 'G'
* Enter "/private/etc/" in the field and press "Go"
* Find "hosts" file in the directory
* Drag the file to your desktop
* Open it in text editor
* Remove the line that has gs.apple.com entirely or put a # at the beginning of it to comment it out
* Save the file
* Drag it back to the /private/etc/ folder.
* You'd need to enter your username and password to authenticate the move

On Windows:

Locate the hosts file in one of the following directories:
Windows 95/98/Me c:\windows\hosts
Windows NT/2000/XP Pro c:\winnt\system32\drivers\etc\hosts
Windows XP, Vista, 7 c:\windows\system32\drivers\etc\hosts*
Right click and click on "Open With..." and then click on "Notepad" on the list.
* Remove the line that has gs.apple.com completely and save the file.

This should work fine, gais! (‾⌣‾"٥)
Truss... Restart device coba ulang restore lagi.. Uda de..
Semoga bermanfaat ツ