Sabtu, 25 Februari 2012

cara melipat baju yang baik dan benar, HOW?


sempat terpikir setiap habis ngentasi baju dan mau nyetrika, bagaimana ya melipat baju yang benar dan sesuai dengan teori itu?
well, kalau aku melipat baju dari meniru cara ummi melipat baju. Saat aku tanya ummi, "ummi melipat baju belajar darimana?" ummi bilang uda "bawaan lahir". nah loh?
Kadang pas waktu aku melipat baju,bentuknya sesuai dengan mood wktu itu. kalau mood lagi baik, simetris. kalau agak nggak baik, pencong. kalau mood lagi amat nggak baik, ya ngggak ta lipet. haha! :p *kamar kapal karam pun terbentuk*
Seperti kemaren, semingguan ini mood lagi nggak bersahabat, bawaannya pengen banting gelas (gelas tupperware tapi. hehe). kamar jadi penuh baju numpuk, tissue numpuk, buku numpuk, tapi beda dengan isi dompet, malah nggak numpuk yang ada numplek. *tepokJidat*
kadang, saking numpuknya cucian yang belum dilipat dan belum disetrika tentunya, kalau nyari BB yang lagi menjerit harus eker2 tumpukan baju. Lama2 aku bakat jadi tukang eker2 botol aqua bekas di TPA sampah benowo. hadeeeh..
kembali ke melipat baju yang benar dan baik. Dari penelitian yang aku lakukan(sampelnya aku sendiri), ini dia cara melipat baju yang baik dan benar :
langkah 1 taruh kaos di atas meja dan ratakan. Lalu jepitlah kaos itu dengan kedua tangan anda pada bagian seperti gambar nomor 3 di atas.
Bagian kaos yang dijepit dengan tangan kanan anda itu tariklah lurus ke kiri sampai tepi, dan satukan dengan bagian kaos di situ lalu jepit kembali. Tangan anda akan membentuk silang.


Lalu angkatlah seperti gambar nomor 5, kemudian turunkan seperti gambar nomor 6.


mudah kan ya? itu kalau kaos,mungkin kemeja juga bisa. lha kalau celana? bisa nggak ya dengan cara itu?
diatas itu cara melipat baju yang baik,kalau yang benar itu seperti saya. ikuti kata hati dan kata lemari. kata hati, melipatnya sesuai mood. kata lemari, melipatnya disesuaikan dengan keadaan lemari,lebar dan bentuknya juga banyak tidaknya muatannya.
yuk,melipat baju! ^^

Senin, 30 Januari 2012

another side of capuccino

melihat ini, tidak dari satu sisi. tidak pula dari satu sudut. ya, aku yang berdiri mulai merasakan betapa indahnya meregangkan kemauan yang selama ini mengungkung. kamu, dengan semua mimpimu, bukan lagi mimpi kita. kamu dengan semua kedigjayaanmu, bukan lagi sebuah kesengsaraan kita yang selalu membuat kita tersenyum mensyukuri semua hal terkecil yang bahkan membuat kita tidak berarti. kadang, bernafaspun menyakitkan bagi kita. kini, menangis adalah kebahagiaan yang sempurna buatku. bukan buat kita. tidak lagi dengan keterpurukan itu. entahlah, mungkin keinginan yang sekarang menjadi bagian mimpi tak terperikan. salah satu hal yang kadang kita inginkan menjadi penyebab kita tertawa lepas, sekarang menjadi alasan untuk menitikkan air mata. kemana? seandainya perih ini suatu penyakit, maka aku tidak ingin ada yang mengobatinya. bila perih ini sebuah soal ujian, maka aku tidak ingin menjawab soal-soalnya. jika perih ini sebuah dosa, maka aku tidak ingin menebus kesalahan. karena dengan perih ini, aku bisa mengenangmu, selalu mengingatmu, mencerna jelas tawamu. bagaimana kamu tersenyum ke aku, bagaimana kamu menyayangiku, bagaimana kamu memanggil namaku. aku bisa merasakannya. dengan perih itu.
sekarang, hanya dengan itu aku bisa merasakan genggaman tanganmu dulu. merasakan kuatnya dukunganmu dulu, merasakan suara hatimu bahwa semuanya akan baik - baik saja.
satu sisi dari capuccinoku.

Selasa, 27 Desember 2011

to do that

Sometimes while you’re trying to be “an angel” for everybody,

try to make others happy,

do a good thing for others.

we’ve forgot about make ourself happy, 

and we forget there’s always a jerk who will always try to use all that kindness for their ego.

All you have to do is

“Never wonder why people do bad things to you, because for a jerk there’s no logical reason why they do a bad things, they’re just love to do that.

Just remember that the most important thing is not about being an angel for everybody. It’s about being an angel for yourself. Do a good and right thing for yourself. Protect yourself and don’t let a jerk let you down or use you for their own good.”